mas djarot dan melati di sisinya

IMG_5598namanya djarot. mas djarot – karena ketika pertama mengenal dia, dia masih dewasa muda. mas djarot tinggal di kerajaan sekitar gunung merapi. kira-kira masa pertengahan. ketika jawa masih benar-benar jawa.

mas djarot seakan hidup di dua dunia berbeda. dia bekerja sebagai kusir kereta kencana. dengan segala kegemilangan kehidupan istana. dia dipercaya sebagai kusir kereta raja. lalu saat putri raja beranjak dewasa, raja meminta mas djarot untuk menjadi kusir kereta sang putri.

bagi banyak warga, hal ini dilihat sebagai yang pada zaman sekarang disebut demosi, turun tingkat. namun tidak bagi mas djarot. dia memandang ini sebagai kepercayaan tiada tara dari sang raja. hanya dengan mas djarot, raja nyaman menitipkan putri tercinta saat berkelana di luar jangkauan pandangan raja.

Continue reading

be that

If I ask you to go to a place where you feel most comfortable, where you feel happy most, where would it be?

It took some time to quiet my mind. The mind seems to have its own idea of where that is. But I know that was not it. That was not how we needed to go about it. It felt too fabricated. So I relaxed myself a bit more.

Then I went .. to my Mom’s bedroom. Continue reading

labaik

#kadangtuhan mengingatkan bahwa dia hadir dan menjaga kita sepanjang hidup dengan melakukan ini:

dua hari sebelum saya berangkat ke luar kota dengan berkendara, saya berniat pergi ke suatu tempat di dalam kota, menggunakan kendaraan yang sama.

setelah pamit dengan orang rumah, saya menyalakan mesin kendaraan. sekali. dua kali. tiga kali. … mungkin ada 10 kali. tidak berhasil.

Continue reading

teman

hari ini tepat untuk menulis tentang pertemanan, menurut semesta. didampingi tiga ibrahim, sang sahabat dekat tuhan (khalil allah), dalam hidupku.

tema ini mengular di kepalaku selama beberapa hari belakangan. bermula dari sapaan untuk mendengarkan semesta, dan mengikutinya. muncul kembali pertanyaan yang lama bersemayam dalam diri. mengusik dari waktu ke waktu:

aku semestinya melakukan apa? kayaknya ada yang lebih yang harus kulakukan. masa’ begini aja. mirip gumaman yang ditulis oleh hafiz dalam puisinya, “i should be doing a hell of a lot more with my life than I am, because i am so damn talented.”
Continue reading