mendoakan

malam itu kami serumah sepakat untuk jajan pizza. pesanlah kami dua kotak pizza dari pusat perbelanjaan terdekat. agar praktis, kami memesan antar menggunakan aplikasi ojol.

sejak awal berinteraksi, si abang ojol sudah menyenangkan. dia tanggap, santun, dan lekas paham. saya ketik, “ok terima kasih” dia jawab “sama-sama kak”. saya beritahu jalan mana yang baiknya dia ambil, dia mengucapkan terima kasih atas infonya. tanpa banyak tanya, pesanan pizza tiba di tangan saya.

lalu saya melihat ada sebungkus coklat tertempel di kardus. awalnya saya pikir bingkisan itu juga dari kedai pizza. namun ketika saya lihat lebih dekat, ternyata ia kejutan dari si abang ojol.

Continue reading

tentang bahagia, senyum, dan tawa

(english translation below)

baru-baru ini, saya kembali membaca coretan lama: “being happy is the most spiritual thing to do.” saya sekarang tidak begitu yakin dengan kata “most”, tetapi sisanya, saya tetap sepakat. ekspresi kebahagiaan itu sejatinya spiritual, i.e., mengakar pada ruh.

pikiran lalu bergulir ke: bahagia adalah ekspresi pujian (kepada tuhan); sebentuk alhamdulillah yang mungkin belum terucap melalui kata-kata. bentuk ini bahkan bisa jadi lebih tulus daripada apa yang terucap.

Continue reading

yang ringan-ringan saja

#kadangtuhan mengingatkan semua sudah di(a)atur dengan cara begini:

beberapa waktu lalu butuh tanda tangan pak rw. seperti biasa, pak rw cenderung agar semua surat dikumpulkan di pos keamanan; lalu secara kolektif diserahkan ke dia. jadi saya taruhlah surat itu di pos keamanan. saya tanya kapan bisa saya ambil kembali. pak satpam bilang dia akan antar ke rumah.

(baru) satu hari berlalu. surat belum (juga) saya terima. pagi itu saya pergi sebentar. setiba di rumah, terlintas untuk cek ke pos keamanan ah.

Continue reading

menyapa kehidupan

“apakah kamu berminat bertemu dengannya? mari,” ajakmu pada suatu pagi. mataku terpicing dan mulutku mengerucut. aku menimbang-nimbang ajakan tiba-tibamu. saat itu aku masih bermalas-malasan di sofa ruang tengah. namun, rasa ingin tahu terlalu menggelitikku. aku mengangguk. kamu tersenyum dikulum. aku tahu kamu tahu bahwa aku akan mengiyakanmu.

kita beranjak ke stasiun kereta kota kita saat itu. untukku, stasiun kereta di mana pun terasa sama. stasiun kereta adalah sebuah tempat asing sekaligus akrab; sebuah tempat antara, jarang destinasi; tempat yang memadankan antara keberangkatan dan kedatangan, kebahagiaan dan kesedihan, serta pertemuan dan perpisahan.

stasiun kereta adalah ajang people-spotting ideal. sungguh mengasyikkan bila kita dapat mengamati perilaku manusia dengan segala ketergesaan atau kebosanan, semangat, kebahagiaan atau kesedihan, kehebohan pengepakan berlebih atau kesantaian seadanya, serta penikmatan kebersamaan atau kesendirian. manusia memang menarik.

Continue reading

mas djarot dan melati di sisinya

IMG_5598namanya djarot. mas djarot – karena ketika pertama mengenal dia, dia masih dewasa muda. mas djarot tinggal di kerajaan sekitar gunung merapi. kira-kira masa pertengahan. ketika jawa masih benar-benar jawa.

mas djarot seakan hidup di dua dunia berbeda. dia bekerja sebagai kusir kereta kencana. dengan segala kegemilangan kehidupan istana. dia dipercaya sebagai kusir kereta raja. lalu saat putri raja beranjak dewasa, raja meminta mas djarot untuk menjadi kusir kereta sang putri.

bagi banyak warga, hal ini dilihat sebagai yang pada zaman sekarang disebut demosi, turun tingkat. namun tidak bagi mas djarot. dia memandang ini sebagai kepercayaan tiada tara dari sang raja. hanya dengan mas djarot, raja nyaman menitipkan putri tercinta saat berkelana di luar jangkauan pandangan raja.

Continue reading

be that

If I ask you to go to a place where you feel most comfortable, where you feel happy most, where would it be?

It took some time to quiet my mind. The mind seems to have its own idea of where that is. But I know that was not it. That was not how we needed to go about it. It felt too fabricated. So I relaxed myself a bit more.

Then I went .. to my Mom’s bedroom. Continue reading

labaik

#kadangtuhan mengingatkan bahwa dia hadir dan menjaga kita sepanjang hidup dengan melakukan ini:

dua hari sebelum saya berangkat ke luar kota dengan berkendara, saya berniat pergi ke suatu tempat di dalam kota, menggunakan kendaraan yang sama.

setelah pamit dengan orang rumah, saya menyalakan mesin kendaraan. sekali. dua kali. tiga kali. … mungkin ada 10 kali. tidak berhasil.

Continue reading