Kepada pecinta langit malam

Langit malam memang lebih megah
Bila kita berada di permukaan bumi
Yang jauh dari pijaran lampu dan polusi
Seperti jamaknya tempatku
Dan mungkin tempatmu

Namun langitku kali ini berbeda
Tanah yang kupijak kini
Jauh dari pijaran lampu dan polusi
Langitku legam megah
Berseling gemerlap bintang dan bulatnya bulan

Menyimpan segala rahasia
Yang belum terkuak ilmu pengetahuan
Belum bisa terpapar dalam kata
Walau jelas menghampar belantara rasa
Sebuah misteri maha yang kita tahu ada

Mungkin karena itu kita menjadi
Pecinta setia langit malam
Cermin kuat apa yang ada di dalam diri
Makhluk-makhluk berpalung beragam misteri
Yang ingin mengungkap segala rasa, tanpa kata

Aku menengadah tak jemu menatap langit
Medium yang menyatukan aku dan kamu
Kita berbincang dalam keheningan
Atau lebih tepatnya, berbincang melalui hening

Tanpa kata, hanya rasa
Karena kata hanya akan membatasi

Bisakah aku meminta
kita duduk diam berdampingan
Kamu, boleh genggam tanganku
Pun bisa meniti jendela jiwaku
Agar kamu tahu jujurku, tulusku, dan dalamku
Tanpa perlu bertukar sapa

Kau tahu, aku tak akan kuasa
Mengucap rasa dalam tautan kata
Terbelenggu harga diri, khawatir, dan norma sosial
Lagipula, verbalku hanya akan membatasi
Sungguh, kata seperti apa yang benar mampu
mengungkap rasa yang demikian kaya?

Langit malamku adalah perantaraku menjelangmu
Di mana pun kamu
Bila malam tengah menyelimutimu
Aku tahu kau pun akan menengadah
Menatap kelamnya langit malam berkelip bintang
Tenggelam dalam hamparan rasa, tanpa kata

Sama sepertiku

Semoga kau mendengarku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s