Menjadi Sham

Kuingat, beberapa tahun lalu, aku berdiri di depan pusaramu, Sham-i-tabrizi. Kesederhanaan menyelimuti ruang di sekitarmu. Terbersit dirimu dan sahabatmu, Rumi.

Aku tercenung dan menyadari sesuatu:

Aku ingin sepertimu, Sham. Menjadi seorang Sham untuk seorang Rumi. Menjadi sahabat seperjalanan bagi seorang pecinta penuh kasih. Menjadi lapisan bening bagi warna-warni cemerlang. Menjadi latar untuk sesuatu yang agung. Menjadi tanah bagi suatu bangunan indah. Kasih, warna, keagungan dan keindahan yang menyebar dan membawa manfaat bagi seluruh alam.

Inginku. Semoga selaras dengan ingin-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s