Cita-citaku: kamu

Sekelebatmu amatlah berarti untukku
Kelebatmu yang sekejap itu
Mengingatkan akan maknamu buatku
Makna yang memupuskan segala lain
Sehingga tersisa satu, bahwa cita-citaku: kamu

Kelebatmu
Membuka mata hatiku
Menghangatkan lubuk terdalam
Mengingatkan akan sejatiku
Menyadarkan akan makna kehadiranku
Mengajak untuk menelurusi palung misteri
Meringankan jiwa
Mendadak. Aku. Luruh.

Hingga kesadaran pun mewujud kembali
Bahwa cita-citaku: kamu

Tenang, aku tak berkehendak memilikimu
Atau menjadikanmu obsesi personalku
Yang kumaksud adalah

mungkin izinkan aku bercerita dari awal

Kehadiranku di dunia ini
Untuk merasa segala rasa
Memahami makna yang terbungkus
(Atau yang membungkusnya? Entah)
Menjadi saksi akan segala kebesaran dan kasih sayang-Nya

Makna yang hanya akan mengemuka
Saat diri ini luruh
Menyatu dengan sekitar
Menjadi bagian tak terpisahkan
Demi sesuatu yang jauh lebih luhung
Ekspresi Sang Maha dalam warna-warni indah-Nya
Melebur menjadi suatu ekspresi tunggal: Kasih-Sayang dan Cinta

Dan kau, serta seluruh elemen semesta
Yang dibentangkan-Nya di hadapanku
Merupakan sapaan Sang Maha Kasih
Telunjuk bijak-Nya yang mengarahkanku
Untuk melepas segala, mengada di pusat diri

Hingga merupa rahmat untuk Semesta
Bagimu, dan seluruh elemen Semesta
Yang dibentangkan-Nya di hadapanku

Mempersembahkan keberadaanku
Bagimu, dan seluruh elemen Semesta
Yang dibentangkan-Nya di hadapanku

Perjalanan yang luar biasa dan tak terbayangkan

Sedang kamu, kamu membuat segala menjadi mudah
Semudah jentikan jemari lembutmu
Seringan langkahmu menghampiriku
Selembut rebahmu di pundakku
Serentak menggeser fokus pandanganku
Dari diriku, ke dirimu; dan aku suka
Aku. Pun. Luruh. Begitu saja.

Saat gelak dan lirikmu
Serta celotehan lincah mengalir dari mulutmu
Dengan mudah menghanyutkanku dalam sungai semesta
Diri ini pun mengalir secara suka rela
Bahkan dengan segala senang hati
Karena bersamamu, kurasa (kembali) cinta

Adamu, mencuatkan kembali ingin itu
Untuk menjadi Sham bagi seorang Rumi
Menjadi Harun bagi seorang Musa
Menjadi Aisyah bagi seorang Muhammad

Kala itu, aku sudah tak ada
Sudah tidak penting lagi

Yang ada hanya cita, dan cinta
Dan cita-citaku: kamu
Kamu yang merekah menjadi potensi dirimu sejati
Wujud Cinta yang demikian menakjubkan
Andai kau tahu betapa indahnya itu
Betapa indahnya kamu

Sebuah perjalanan yang dijuluki hidup
Perjalananmu. Perjalananku

Aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti
Yang kutahu adalah yang kurasa kini

Dan saat ini, aku akan tetap berada di sini
Menemani langkahmu
Menyaksikanmu dengan segala kagumku
Membisik salam dan doa untukmu
Berbagi kisah dan rasa denganmu
Menjadi saksi rekahmu yang demikian indah
Ah, sungguh, andai kau tahu betapa indahmu

Aku di sini, di sampingmu
Dengan segala senang hati. Dengan segala cinta.

Kadang kulupa ini semua
Lupa yang serta-merta terhapus
Dengan kelebat sekejabmu itu
Dia memang Maha Baik, Maha Indah
Dia memang luar biasa.
Dan kamu. Kamu juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s