Umurku mungkin tak akan panjang

“Kalau kau mati sekarang, hal apa yang mungkin paling kausesali?”
Pertanyaan itu tiba-tiba tersodor ke hadapanku
“Bahwa kau tak tahu betapa aku menyayangimu.” Jawabku
Sama spontannya

Terhenyak ‘ku dengan jawabanku sendiri
Mencuat begitu saja, entah dari mana. Lugu
Dari segala kemungkinan sesal
Kenapa ini yang menjadi jawab

Aku takut, kau tidak tahu betapa aku menyayangimu
Aku khawatir, aku belum cukup
memperlihatkan atau mengatakannya padamu

Kasih sayang yang telah Dia letakkan dengan lembut di hati
Tanpa kusadari
Bahkan setelah kusadari pun, aku tetap tak tahu kenapa

Kenapa aku, kenapa kamu

Yang aku tahu: ia hadir di sini untukmu
Dan bila segala ego dan ragu tersingkir
Rasa ini akan mengemuka agung, tulus
Tak bisa tidak

“Bila.” Masih “bila”
Karena untuk saat ini, aku masih tak bisa, tak mau
Tak tahu bagaimana
Karena ku tak yakin kau pun bisa memahami

Dan bila, ya, sekali lagi bila
Bila kau tak memahaminya
‘Duh konsekuensinya
Tak sanggup ku bayangkan

Bingung.

Saat tulisan ini mulai bergulir, muncul kesadaran baru
Mungkin bukan umurku yang tak panjang
Mungkin seberapa pun panjangnya umurku
Tak akan cukup panjang
Untuk menunjukkan (padamu)

Betapa aku menyayangimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s