Pemulung ceria

Smile-Desktop-Background

Guru memang bisa datang dari segala penjuru dalam berbagai bentuk. Salah satu guru saya hari ini hadir di pagi hari ketika saya sedang berjalan keliling sekitar rumah.

Hampir setiap hari, saya menyempatkan diri untuk berjalan di sekitar rumah. Hampir setiap kali saya menjalani rute saya, saya berpapasan dengan ibu setengah baya pemulung yang sedang menarik gerobak sampahnya.

Hampir setiap kali kami bertemu, beliau selalu mendahului saya: Mengucapkan selamat pagi dengan suara mantap, senyum terkembang, wajah ceria, langkah tegap, dan mata ramah. Saya, tak bisa tidak, secara spontan membalas salamnya dengan senyum sama terkembangnya.

Kerap, sapaan si Ibu menyadarkan saya yang tadinya sibuk dengan entah apa isi kepala saya. Seperti ruang yang mendadak pintu dan jendelanya terkuak; mengizinkan udara segar untuk masuk dan entah bagaimana membuat ruang terasa lebih ringan.

Saya tidak tahu bagaimana si Ibu bisa sebegitu cerianya setiap pagi-pagi buta di jalan. Mungkin jawabannya adalah seperti yang dikatakan oleh Adyashanti untuk pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dengan “bagaimana”. Adya mengatakan: hapus saja kata “bagaimana” — bagaimana si Ibu bisa demikian ceria? Ya, cerialah. Sesederhana itu. Tidak ada “bagaimana” yang lain.

Ibu tampaknya telah mengajak saya untuk sedikit melihat ke luar, menatap dunia, dan tersenyum. Praktis sekali tips yang ditawarkan. Tatap yang di hadapan kita dan senyumlah. Tubuh ini demikian pintar sehingga gerakan di tingkatan fisik bisa mempengaruhi diri di tingkatan emosi dan lainnya.

Seperti gerakan ini, yang serta merta mengalihkan perhatian saya untuk tidak terlalu berat menatap diri. Meringankan rasa dalam diri. Mengajak sekitar saya untuk tersenyum bersama saya – seperti sang Ibu yang membuat saya spontan tersenyum karena tatapan dan senyum ramah semangatnya.

Ibu adalah pesan nyata bahwa bahagia itu memancar dari dalam ke luar; berpusar meluas dari pusat diri ke sekitar; bahagia itu bisa ada, tak peduli keadaan kita. Bahagia itu ringan, menyenangkan dan (sangat) menular.

Ia seakan berujar pada saya: Bahagia yuk. Dibawa ringan aja gituh.

images-1

Gambar diambil dari sana dan sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s