Daily Archives: May 19, 2014

“Pasti cina ya?”

Badan saya mengkeret setiap kali mendengar ungkapan itu. Terasa sakit di hati. Rasa serupa juga melanda ketika kata-kata di atas muncul sebagai ide judul tulisan beberapa hari lalu. Saya bukan orang yang konfrontatif. Tidak suka mencetuskan hal-hal yang kontroversial. Namun, kata-kata tersebut menetap di benak, berkeras untuk terekspresikan.

Baru-baru ini Indonesia diingatkan oleh peristiwa bulan Mei 1998. Di media sosial, ramai dengan tagar #menolaklupa. Mengingatkan kita akan suatu periode gelap saat rasa marah dan frustasi kolektif bangsa ditumpahkan kepada satu etnis tertentu. Layaknya pucuk gunung es di tengah laut, periode luapan marah yang singkat itu mencerminkan perjalanan yang jauh lebih panjang. Bara dalam sekam bangsa yang mungkin hingga kini pun belum padam sepenuhnya.
Continue reading