Terhenyak sadar

Kala lelah melanda
Canda tawa menggelegak
Emosi bergejolak
Sadar pun mereda
Batas terlintasi

Hingga suatu saat
Diri terhenyak
Sadar akan lupa

Semoga kembali
Mendengar
yang belum bisa terdengar
Menggapai
yang belum tergapai

Namun bagaimana
hamba dapat kembali
Bila daya dan upaya
hanya milik Tuannya?

Suatu lapisan ketakberdayaan terkelupas
Terkuak perih
seiring sentuhan dunia inderawi

Sadar memiliki implikasi
Untuk terpapar pada kerentanan
Proses yang membawa ke kedalaman berikut

“Masihkah ingin terus?” tanyanya
“Ya” spontan sanubari menanggapi
Seberapa pun lemah dan ragu tersuarakan

“Sadari, bukan kelemahanmu
Namun betapa kuatnya Sang Tuan”
Demikian sapaan sahabat perjalanan

Sadar ini ternyata belum sadar yang itu
Masih sadar yang terpisah
Sadar ternyata di luar mampu

Pilihan telah ditetapkan
Duduk diam, melepas segala ilusi akan kendali
Mengizinkan semua untuk terkelupas

Demi Dirimu
Jangan tinggalkan aku sendiri dengan diriku
Genggamlah kedua tanganku

Mudah tidak mudah — itu relatif, dan tak penting
Percaya akan proses
Percaya akan cinta-Nya
Hanyut dalam timangan penuh kasih yang meliputi segala

Indah, namun bukan indah yang terpahami selama ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s