Kusadari lemahku

Ah rasa itu muncul lagi
Layak molekul cairan yang entropinya meningkat saat dipanaskan
Berkecamuk. Bergejolak
Terjadi setiap aku merasa senang dan semangat
Karena mencicip sesuatu yang kusuka
Memalingkanku dari-Mu

Duh, mudah sekali tatapanku bergeser dari-Mu
Walau kutahu sejatinya tak mungkin itu terjadi
Karena setiap yang kutatap adalah Kau
Karena yang menatap pun Kau
Tapi, Kau tahu apa yang kumaksud

Ketika pandangan terpana
Pada sesuatu yang menjadi candu
Cinta yang terbungkus emosi tak rapi

Kusadari lemahku
Tak ada daya menolak gemerlap
Meski hati menghaturkan sapaan untuk kembali

Tak ada daya dan upaya kecuali-Mu
Seorang sahabat pun berucap
“Jangan berpikir kau lemah
Berpikirlah: Dia sangat Kuat”
Qualify yourself with the qualities of God

Tuhan, aku tak tahu bagaimana harus mengada
Aku ingin dengan-Mu
Tapi tatapan ini kerap tercecer

Kau yang Kuat, Kau yang Tahu
Sang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Izinkan aku terus menatap-Mu
Izinkan: kemana pun aku menghadap, di situ hadir-Mu

Sehingga Cinta tak lagi terselubung gelap
Sehingga Kasih-Mu aku paham
dan terpantul sempurna dariku

Bersih, Jernih, dan Terang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s