Gawat

10390094_10152653392232379_9147433250327598618_nPercakapan menyadarkan hari ini dihadiahi melalui mbak-mbak optik. Ketika saya mengambil kacamata plus saya – sebelumnya saya belum menggunakan kacamata. Sambil mengenakannya, saya spontan mengucap ringan, “Gawat.”

Si Mbak menanggapi, “Gak kok, gak gawat.” Tanpa mengatakan apa pun lagi, selain memandang saya dan tersenyum

Saya tersenyum kembali. Dalam hati, saya terhenyak.

Benar, tidak gawat. Menarik kenapa sampai saya terucap tanpa sadar kata gawat. Kenapa saya melabel kejadian saya mulai perlu menggunakan kacamata baca sebagai gawat, alih-alih bersikap netral terhadap kejadian dalam hidup saya, atau bahkan bersyukur bahwa saya bisa membaca tanpa perlu mendorong mata saya untuk bekerja keras?

Benar, Mbak, tidak gawat. Maaf kata itu sempat terucap. Terima kasih sudah mengatakan kalimat tanggapanmu.

Ungkapan atau kebiasaan kecil kerap mengungkap bawah sadar kita. Menyinari relung-relung gelap dalam diri, membawanya ke permukaan, untuk disadari dan diberikan senyum tanpa perlu dilabel apa pun.

Sapaan dari Tuhan, Maha Baik, Maha Tahu, Maha Melihat, bagi saya untuk iqra (membaca) secara lebih jelas, dengan bantuan-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s