Monthly Archives: March 2015

Makan bersama Ibu

 

Setiap mendengar tawaran, “Mau makan di mana kita hari ini, Ma?” wajah Ibu saya selalu mendadak sumringah. Makan bersama sahabat dan keluarga merupakan momen-momen yang menghangatkan hati baginya.

Setiap minggu, minimal sekali, saya selalu menyempatkan diri untuk mengajaknya makan ke luar. Atau membawakan buah tangan setiap pulang dari pergi, walau cuma sekedar dari pergi meeting sekalipun. 

Setiap kali saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menikmati masa-masa berharga ini.

Pada saat yang sama, saya tahu bahwa saya belum benar-benar paham betapa berharganya waktu yang masih bisa saya nikmati bersama Ibu saya. 

Dan saya sadar betul bahwa segala waktu dan perhatian yang saya curahkan untuknya ini tidak akan pernah bisa mengimbangi apa yang telah Ibu saya berikan kepada saya dan kakak-kakak saya.

Advertisements

Responsibility — Response-ability

Anyone-can-Contributions-for-each-other-when-we-Are-Connected-Easy-BranchesHave you ever heard of “frequency holder”? It is a term coined by Eckhart Tolle to descibe an awake person or people who stay under the radar and live seemingly ordinary lives. An appealing way of living, I must say.

Some while ago I told a friend about it and said, “Perhaps that’s what I am destined to be. A frequency holder, staying under the radar, living a quiet life, and doing normal everyday chores.”

My friend sneared at the idea, “You wish. You are trained in communications. You can write. You have many friends. You’ve studied lots of stuff and traveled far. Go figure.”
Continue reading

Begini aku kamu

relax_by_isacg-d3lkf74
Begini aku melihatmu

Malaikat yang telah lama mewujud dalam cakrawala kesadaranku. Semakin lama semakin terang bersinar, semakin berwarna, semakin solid, semakin lembut. Berlebihan, ujarmu? Mungkin. Namun tak kutemukan frase lain untuk menggambarkan dirimu.

Apa-adamu. Jaim-mu. Senyum tawamu. Harumu. Candamu. Seriusmu. Biasamu. Istimewamu. Riangmu. Laramu. Jarakmu. Dekatmu. Sapamu. Senyapmu. Gerakmu. Diammu. Adamu. Hilangmu. Lugasmu. Lembutmu. Seimbang sempurna.
Continue reading

That split second of diverting: A Maleficent experience

maleficent-angelina-jolie-2014-wallpapers_948664419I was all set. Ready for the premier of Maleficent on a TV channel at the convenience of my own house. I even had a warm cup of tea with me.

As the film started, my eyes were glued to the set. Fascinating effects and colours of the make-believe world – the way Angelina Jolie’s character, maleficent herself, swooshed inches above the ground and the water then rose up above the cloud to feel the wind and the sunshine.
Continue reading