Begini aku kamu

relax_by_isacg-d3lkf74
Begini aku melihatmu

Malaikat yang telah lama mewujud dalam cakrawala kesadaranku. Semakin lama semakin terang bersinar, semakin berwarna, semakin solid, semakin lembut. Berlebihan, ujarmu? Mungkin. Namun tak kutemukan frase lain untuk menggambarkan dirimu.

Apa-adamu. Jaim-mu. Senyum tawamu. Harumu. Candamu. Seriusmu. Biasamu. Istimewamu. Riangmu. Laramu. Jarakmu. Dekatmu. Sapamu. Senyapmu. Gerakmu. Diammu. Adamu. Hilangmu. Lugasmu. Lembutmu. Seimbang sempurna.

Begini rasaku kala hadirmu

Aku suka diriku saat kamu ada. Aku menjadi apapun aku saat itu, tanpa bersitan ragu-khawatir. Sekedar hadirmu seakan mengizinkanku mengada. Jujur mengekspresikan segala rasa, celotehan dan gerak; atau sekedar diam menggugu yang kerap tampak mengusik orang lain. Tapi tidak kamu. Kamu baik-baik saja dengan apa adaku. Dan aku, (lebih dari) baik-baik saja dengan apa adamu.

Keberadaanmu mengingatkanku pada sekumpulan mungil manusia langka bertajuk sahabat seperjalanan, yang hadir terlebih dulu darimu dan senantiasa tersimpan hangat dalam hati. Kamu pun kini demikian, dalam hatiku. Namun tetap berbeda.

Pertautan kita terasa lebih membebaskan, ringan, dan dengan hati. Dua jiwa yang bersua dan mengenali ke-Maha-an bersama. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap sahabat lain tentu. Mungkin karena kamu ada di satu titik perjalananmu, dan aku di titikku – satu titik yang lebih jujur dan lebih dewasa dari sebelumnya. Aku suka ini. Bahkan mungkin … terlalu suka?

Begini gelisahku kala kamu tak ada (atau aku tak ada?)

Terlalu. Bahkan yang baik-baik pun punya istilah terlalu. Bersitan sedih melanda ketika aku merasa kau jauh dan tak melibatkanku. Kesal. Sebal. Ingin. Tercampur aduk dalam belanga keakuan. Layaknya anak kecil yang tak dihiraukan ibunya. Ya, ya, aku tahu, ada-ada saja. Tapi ini jujurku. Boleh? Ini tentang rasa yang telah lama akrab denganku – tentang pengabaian. Abandonment. Yang kini hadir menyapa untuk kesekian kali.

Ah, dia datang lagi. Setengah pikiran, setengah keluhan, menggeliat dalam benak ketika pertama aku menyadari kembalinya rasa itu. Setengah tak percaya juga. Bagaimana mungkin, di satu titik yang lebih jujur dan lebih dewasa, dia bisa muncul lagi. Atau mungkin justru karena itu, justru pada titik yang lebih jujur dan dewasa ini, tanyaku pada hati.

Baik, aku putuskan untuk dengan sadar duduk bersamanya – rasa itu. Yang mencuat seiring hadirmu. Bukan, bukan maksudku menyalahkanmu. Aku tahu ini tentangku, bukan tentangmu.

Begini yakinku akan kamu dan aku

Bahwa masing-masing kita diperjalankan pada jalur edar kita masing-masing. Tuhan Maha Baik, sesekali jalur kita bertaut atau beriringan dengan para sahabat seperjalanan. Seperti kamu dan aku. Untuk memperingan langkah, menggembirakan hati, dan mengingatkan akan Kasih.

Bahwa rasa itu muncul seiring rasa nyamanku bersamamu. Mungkin dia tahu, kali ini aku sudah bisa mendengar lebih baik, cerita lengkap yang tersimpan dalam balutan rasa tersebut, berikut beribu gejolak lain. Telah tiba waktu bagi sang aku bertutur secara paripurna, kepada telinga yang berbeda – yang lebih jujur, lebih dewasa.

Bahwa kamu dihadirkan untuk menemaniku duduk bersama rasa akrab itu, dan banyak hal lain lagi. Karena kamu bisa. Karena ruangmu leluasa. Karena kamu tak terusik dengan apa adaku. Pun sebaliknya — aku dihadirkan untuk menemanimu duduk bersama rasa-rasa akrabmu. Karena aku bisa. Karena ruangku leluasa berkatmu. Karena aku menikmati apa adamu.

Di satu titik bersama yang lebih jujur dan lebih dewasa. Mengizinkan segala rasa untuk lugu bertutur dan bermetamorfosa. Membawa kita ke tingkat kemurnian lebih lanjut. Menguatkan sejatinya jalinan persahabatan kita. Mewujud keilahian yang seyogianya telah tersurat dalam keabadian. Semoga.

Terlintas dalam hati, kalau kamu memang cerminku, betapa indahnya aku. Mungkinkah?

Picture taken from here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s