Makan bersama Ibu

 

Setiap mendengar tawaran, “Mau makan di mana kita hari ini, Ma?” wajah Ibu saya selalu mendadak sumringah. Makan bersama sahabat dan keluarga merupakan momen-momen yang menghangatkan hati baginya.

Setiap minggu, minimal sekali, saya selalu menyempatkan diri untuk mengajaknya makan ke luar. Atau membawakan buah tangan setiap pulang dari pergi, walau cuma sekedar dari pergi meeting sekalipun. 

Setiap kali saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menikmati masa-masa berharga ini.

Pada saat yang sama, saya tahu bahwa saya belum benar-benar paham betapa berharganya waktu yang masih bisa saya nikmati bersama Ibu saya. 

Dan saya sadar betul bahwa segala waktu dan perhatian yang saya curahkan untuknya ini tidak akan pernah bisa mengimbangi apa yang telah Ibu saya berikan kepada saya dan kakak-kakak saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s