Janji Tuhan

Kembali saya membuka buku terjemahan beberapa ayat Al Quran dari Camille Helminski. Kali ini buku terbuka pada halaman bertuliskan ayat berikut:

The promise of God – never does God deviate from His promise;
but most people don’t understand.
They know only the external in the life of this world;
don’t they ever reflect within their own mind?
Only for just ends and for a determined time did God create the heavens and the earth and all between them;
Yet there are truly many among human kind who deny the meeting with their Sustainer!
Do they not travel through the earth and see what was the end of those before them?
They were superior to them in strength;
They tilled the soil and populated it more extensively than these have done;
There came to them their messengers with clear signs.
It was not God who wronged them but they who wronged their own souls.
[QS 30:6-9]


6. Janji Tuhan – tak pernah Tuhan menyimpang dari janji-Nya, namun kebanyakan manusia tidak memiliki pengetahuan tentangnya.
7. Mereka hanya mengetahui apa yang tampak dari kehidupan dunia; dan lalai akan hari kemudian.
8. Dan mengapa mereka tidak menilik ke dalam diri mereka? Tuhan tidak menjadikan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang hakiki dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
9. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan dampak perbuatan orang-orang sebelum mereka? Orang-orang tersebut lebih tangguh ketimbang mereka dan mengolah tanah serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka lakukan. Telah (pula) datang kepada mereka para penyampai pesan (rasul) mereka dengan bukti-bukti yang nyata. Bukanlah Tuhan yang berlaku zalim terhadap mereka, namun merekalah yang berlaku zalim terhadap diri sendiri.

Tuhan tidak pernah menyimpang dari janji-Nya. Namun kebanyakan kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Ada manusia-manusia terdahulu yang tampak lebih tangguh dan meraih kemakmuran melebihi kita, namun mereka dinyatakan telah menzalimi diri mereka sendiri.

Apa laku yang sebaiknya kita jalani agar tidak terantuk oleh batu yang sama? Apa janji Tuhan yang kebanyakan manusia tidak memiliki pengetahuan tentangnya? Pertanyaan ini mengarahkan saya ke paragraf ini (terjemahan):

Kepada Sang Maha Pengasihlah Maryam menghadapkan keberadaannya ketika dia menyepi dari kaumnya dan menaruh tabir antara dirinya dan kaumnya (Q.19:16-18). Saat Malaikat Jibril mewujud di hadapannya, Maryam pun gentar (menciut), mengira Jibril adalah laki-laki yang menginginkan dirinya secara fisik. Dalam ketidaktahuannya ini, Maryam mengalihkan hadapannya kepada Tuhan dengan seluruh keberadaannya, seraya mengatakan, “Aku berlindung kepada Sang Maha Pengasih darimu”. “Karenanya,” ujar Ibn ‘Arabi, “Maryam terliputi dalam suatu keparipurnaan Keberadaan Ilahiah. Keberdaan paripurna ini adalah sang Ruh. Kemudian, setelah berada dalam kondisi keberserahan ini, Maryam dapat menerima kebenaran dalam ucapan Jibril dan teringat pada berita akan kabar gembira, beshara, yang telah dijanjikan Tuhan. Maryam pun terbebas dari kekangan kesempitannya dan lantas Jibril meniupkan Isa, yaitu Ruh Tuhan, ke Maryam. Paparan dari Ismail Hakki Bursevi menambahkan, “Keberadaan paripurna tersebut adalah Sang Ruh spiritual yang meluaskan segala hal yang mengikat atau membatasi. Tak ada keluasan kecuali dalam penyingkapan Nafas Sang Maha Pengasih (rahmân) dalam jiwa seorang manusia.” Dalam kondisi ini, Isa, Ruh Tuhan, mewujud dalam Maryam.

Janji Tuhan, kabar gembira itu, mewujud bila kita mengarahkan keberadaan dan bersandar sempurna kepada Sang Maha Pengasih. Dalam kondisi ini, maka Ruh Tuhan pun mewujud secara paripurna melalui keberadaan manusia – manusia sebagai rahmatan lil alamin – rahmat bagi semesta alami. Sebagai ciptaan termulia dari Sang Maha Pengasih. Tak ada janji yang lebih agung daripada ini.

Semoga kita termasuk kaum yang memegang teguh janji Tuhan dan menjadi saksi pewujudannya. Semoga kita tidak mengulang kesalahan masyarakat sebelum kita, walaupun mereka tampak lebih makmur dan lebih kuat dari kita.

Maryam — pada malam Kenaikan Isa Al Masih. Salaam dan shalawat kepada Bunda Maryam dan Nabi Isa (A.S.).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s