Bebas bahagia

imageAku duduk mendengarkanmu
Satu permintaanmu lekat dalam benak
“Bayangkan kau yang ideal. Ceritakan padaku seperti apa itu.”

Seorang perempuan
Bertubuh bugar bergerak gesit
Rambut terikat ke belakang
Muka polos tak bermake up
Berbalut baju berbahan lembut dan berwarna cerah

Ia tengah berdiri sejenak
Menghirup pemandangan alam di hadapan
Hamparan hijau dibumbui aksen warna lain di sana-sini
Tampaknya sebuah desa atau perkebunan

“Seperti apa ia?”
Tanyamu kembali menyentakku dari lamunan

Bugar, gesit, dinamis
Bergerak efisien
Demikian positif terhadap hidup
Yang ia yakini penuh berkah dan kemurahhatian

Ekspresi perempuan itu
Lantang dan jelas
Bukan lantang yang memekakkan telinga
Tapi lantang karena totalnya kehadiran
Mantap mengakar dari poros diri
Nir ragu, kesal ataupun sesal

Energinya bervibrasi kuat ke sekitar
Bahagia dan keyakinan ia pancarkan
Tak ada yang ditahan, tak ada yang dicicil
Semua yang ia miliki
Dihaturkan sepenuhnya kembali pada Semesta
Begitupun ketulusan dan kejernihan hati

Pandangan mata
Pendengaran
Sentuhan jemari
Senyuman
Balasan kata
Hadapan diri
Paripurna
Menyenangkan
Menenangkan

Kehadirannya
Cerminan syukur dan pujian pada Semesta
Jernih
Bebas
Bahagia
Sederhana
Bermanfaat
Melimpah
Cinta

“Bagaimana?” Tanyamu kembali.

“Mirip dengan inner child yang kemarin kutemui,” ujarku.
Pesan itu begitu kuat.

Hadirlah secara paripurna. Bebas. Ringan. Bahagia.

“Sekarang, hiduplah dari situ.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s