Terang-Mu mengada

imageAda sebuah cerita yang lama terlupa
Tuturan tentang diri
Tertimbun oleh alur kisah yang terbentuk oleh sekitar
Walau tak menghentikan
Apa yang ingin terkuak mengemuka

Cukup dengan niat untuk duduk
Geming dalam hening
Barang sejenak

Pertanyaan hadir menuntun
“Apa yang menghambatmu menjadi apa adamu?
Duduklah aku dengannya dalam jenak

Muncul tanggapan
“Ketakutan akan penilaian, penghakiman orang lain”
Pikiran lain muncul
“Tunggu, duduk sebentar lagi”
Diam pun kuperlama
Tanggapan berubah rupa
Lapisan luar terkelupas

Tanggapan tadi
Bukan murni tentangku
Itu alasan kebanyakan orang
Yang terlalu sering kudengar
Sehingga menyaru seolah jawaban diri

Menarik.

Kutunggu
Tanggapan lain muncul
Light” – Terangku
Atau tepatnya, Terang-Mu

Aku khawatir Terang-Mu
Memancar jernih dari sebentuk individualisasi bernama aku
Aku khawatir mereka melihat betapa Terangnya aku

Menarik.

“Kenapa?” Kali ini tanyaku.
Tanggapan: “Spotlight

Jenak pun membawaku ke masa lalu
Saat aku tersorot terang
Karena bedaku yang mencolok dari sekitar
Aku tak suka

Rasa itu terbawa ke masa kini
Sorot terang dalam bentuk apapun
Aku bergidik, menyurut ke pojok gelap ruang
Aman

Tanggapan: “Itu egomu. Kau masih berpikir ini tentangmu?”

Lihat jalanmu selama ini
Semua membentukmu untuk berada dalam terang
Dalam Terang-Nya, dan dalam terang lampo sorot sekitar
Tidak selalu, tetapi ada waktunya

Saatnya kau sadari
Terang ini bukan terangmu
Kau sekadar wadah
Bahkan wadah pun bukan wadahmu, kalau kau bisa menyadarinya
Semoga kau diberi kesadaran akannya

Get out of the way. Let Light be

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s