Dangkalmu dalam

carefree-woman1

Aku sampai menoleh ketika kamu mengucap kata-kata itu
Mungkin tak kausadari
Aku menatapmu beberapa saat
Mencurahkan protesku melalui pandangan mataku
Walau entah kenapa kata-kata tertahan
tak terlontar dari mulutku

Menurutmu kamu dangkal
Yang kamu lakukan hanya menjalani hidup
Hari per hari
Menit per menit
Tidak macam-macam
Bahkan malah kadang “gak jelas” dan “gak penting

Pikiranmu tidak melebihi apa yang di hadapan
Apa yang ada di depanmu
Itu yang kau tanggapi
Tidak lebih, tidak kurang
Then life goes on

Menurutmu ini semua hal dangkal
Bukan muluk-muluk dan jauh apalagi agung
Seperti kebanyakan orang

Tapi aku bisa lihat
apa yang di hadapanmu
Kamu tanggapi dengan kesungguhan
Dengan seluruh keberadaanmu
Hati, pikiran, jiwa, raga
Pasrah tergerakkan oleh cinta
Walau mungkin kamu tak sadar

Kamu, di mataku, sangatlah bijak
Untuk bisa menentukan sampai sejauh mana kamu perlu bertindak
Sejauh mana kau perlu memikirkan atau mengkhawatirkan sesuatu
Apa yang perlu dikhawatirkan, apa yang perlu dilepas
Apa yang perlu diucapkan, apa yang tidak, kapan dan pada siapa
Apa yang perlu dilakukan, apa yang didiamkan saja (dulu)
Sementara tetap terlihat ringan dan lepas

Kamu tahu
Kapan kamu berbagi kisah tentang dirimu, kapan kamu perlu diam
Tidak mengumbar emosi dan tetap menjaga senyum
Semua pada porsinya
Tidak lebih, tidak kurang
Pas — dan pas itu bukan main-main
Pas itu perlu hati yang jernih dan kedewasaan bathin

Karenanya, aku ingin kau tahu betul
Tak ada yang dangkal darimu
Yang kau anggap dangkal
Sesungguhnya adalah kebersahajaan
Yang hanya akan hadir melalui ajaran pengalaman hidup
Dipenuhi aneka warna cinta kasih
Bersanding dengan logika bijak

Tidakkah kau sadari
Kebersahajaanmu itu dirindukan banyak orang?
Kesejatian itu sahaja
Ketika hidup terasa rumit
kesejatian masih berada tertutup lapisan
Ketika segala terasa sederhana
Maka bisa jadi kita telah menguak Kebenaran

Tidakkah kau lihat
Betapa hatimu demikian bersih menyejukkan?
Betapa bijakmu mewarnai kata dan tindakanmu?
Memang kadang komentar usil spontan terlontar
Atau keluhan akan hal ada-ada saja yang muncul dalam hidup

Tapi tak terlintas niatan jahat sama sekali
dalam ucapan dan tindakanmu
Karena memang tak ada niat jahat itu
Semua yang terucap dan dilakukan sudah secara alamiah
Tanpa pikir terlontar bersih
Dan selalu baik
Hatimu terlalu bersih untuk memunculkan hal lain

Betapa tenangmu membuat sekitarmu bisa berjalan
Ketika sekitarmu mulai memanas
Kau tetap lurus tenang
Lantas melontarkan solusi logis
Yang terdengar baik untuk semua pihak

Betapa manusiawimu
Alih-alih mengurangi nilaimu
Malah menambah derajatmu
Tak ada jarak antara dirimu dan sekitarmu
Pun tak ada yang merasa terkerdilkan olehmu
Kamu aman bagi semua orang

Mungkin kau orang terakhir yang menyadari
Apalagi mengakui
Indahnya kehadiranmu

Aku mengagumimu
Dan aku tidak kagum pada banyak orang

Aku akan selalu mendoakanmu
Dan kau akan selalu punya aku sebagai teman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s