Tak berbatas

734795_10151215592322379_198425505_n

Laut senantiasa menawarkan obrolan menarik.

Untuk kesekian kali, aku duduk bersamamu. Untuk kesekian kalinya pula aku merasa, ah, jarak pertemuan kita selalu terlalu besar. Terlalu jarang kita bertemu. Rindu yang membasahi mata dan menggetarkan jiwa selalu melanda tiap kita jumpa. Baru terasa saat kembali kita bersentuhan.

Bahasa kita, mungkin hanya kita yang paham. Orang lain sekadar melihat dua yang duduk terdiam bersama. Mereka tidak bisa mendengar apa yang kita ucapkan. Mereka bahkan tidak mengerti, kenapa aku bisa duduk terdiam demikan bersamamu. Tampak bosan dan membosankan.

Seperti biasa, bahkan detik pertama bersentuhan denganmu pun sudah dapat membuatku lebur. Tak ada lagi batasan nyata antara aku, kamu, dan apapun di sekitar kita. Luas, leluasa, melingkupi Semesta.

Kadang teman-temanku mengatakan ketika mereka berada di alam lepas, mereka merasa kecil. Bukan aku, bukan kali ini. Karena kali ini, aku merasa aku demikian luas tak berbatas. Pada saat yang sama, aku merasa tidak ada — tidak ada aku karena tidak ada batas antara aku dan yang lain. Aneh, antara semua ini aku dengan tak ada aku.

Namun aku merasa betapa bahasamu kali ini berbeda. Lebih halus. Aku harus sedikit memiringkan kepala agar bisa mendengarmu lebih baik. Sedemikian halus sampai-sampai aku tak bisa merasakan mana kata-katamu, mana kata-kataku. Lagi-lagi, tidak ada batasan, aku, kamu dan sekitar kita. Ketika kata-kata menyeruak dalam kesadaran, hanya ada itu, hanya ada kata-kata. Tanpa subjek yang mengucapkannya.

Walau kadang, pembedaan itu muncul lagi. Terutama saat aku mulai berisik men(mpert)anyakan hal-hal tak perlu, atau ketika aku mulai memprotes apa yang ada.

Misalnya saat aku merasa sekitar kita asik sendiri. Padahal khan ada kamu di hadapan mereka. Bagaimana bisa mereka terus berceloteh padahal ada kamu yang demikian indah? Tidakkah mereka menyadari keagungan hadirmu? Ini terasa sekali sebagai pertanyaan dariku. Karena kamu tidak mungkin sesempit itu.

Aku mulai resah. Aku sudah melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu. Aku menunggu jawabanmu. Kucondongkan badanku untuk dapat mendengar lebih baik. Kemudian hal itu terjadi lagi. Aku merasa lebur denganmu. Jawaban hadir bagai lumuran air segar, meluruh seluruh jiwa dan raga.

Aku merasakan keluasanmu. Keluasan dan keleluasaan yang melingkupi mereka yang terdiam, bahkan juga mereka yang bergerak dan berceloteh. Hangat meliputi segala dengan cinta kasih yang lembut.

Tetiba kutersadar bahwa mustahil mereka tidak merasakan kehadiranmu. Walau bisa jadi mereka tidak sadar. Mereka merasakan keleluasaan dan kebahagiaan dalam celotehan mereka. Keleluasaan dan kebahagiaan yang hanya kamu yang bisa hembuskan.

Keleluasaan dan kebahagiaan yang meliputi seluruh kehidupan tanpa terkecuali, apapun kondisi mereka, karena kemurahan hati dan keberlimpahanmu. Keniscayaan hidup sejati.

Suara kita kembali terpisah. Ujarmu, “Mereka bahagia, mereka menikmati kehadiranku dengan cara mereka sendiri. Boleh khan?”

Tentu boleh. Aku kembali tenang. Kembali lebur dalam pembicaraan kita. Kamu lebih pendiam lagi kali ini. Aku niatkan untuk menyerahkan diri pada leburmu. Kita sampai pada satu tataran yang terasa asing. Ketika hanya ada diam. Hanya ada leluasa. Hanya ada luas. Hanya ada tenang bahagia.

Rupanya itu pesanmu kali pertemuan ini. Kau dan aku satu. Tak ada aku, tak ada kau, tak ada kita. Hanya ada l(el)uas(a) yang satu. Yang kasih dan bijaknya cukup luas, murah hati, dan melimpah untuk meliputi segala. Merangkul semua dengan penuh cinta. Memberi ruang gerak leluasa bagi ragam gerak tak terhingga, sambil tetap tersenyum sayang dan bertepuk menyemangati semua.

Masing-masing lantas menikmati kehadiranmu dengan caranya sendiri. Benang merahnya adalah keleluasaan, kebahagiaan, dan cinta kasih.

Aku suka itu. Kamu begitu indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s