(tanpa) kapital

dulu, zaman masih banyak menulis dengan bolpen atau pensil, aku cenderung menulis tanpa huruf kapital. entah kenapa.

sekarang fungsi auto-capitalized pada kebanyakan perangkat lunak atau aplikasi penulisan membuatku lupa akan kecenderungan itu.

sampai-sampai ketika menulis dengan tangan pun aku mulai menggunakan huruf kapital.

apalagi pekerjaan menulis dalam kehidupan profesional, baik untuk klien maupun kantor—semua menerapkan pakem setiap kalimat dan beberapa kata tertentu diawali dengan huruf kapital.

ingat salah satu sahabat kuliahku pernah menyarankan aku untuk menulis menggunakan huruf kapital. kutanya kenapa, dia bilang, “biar gua tahu, waktu loe nulis titik, itu emang akhir kalimat atau gak sengaja menitikkan tinta di situ.”

kenapa aku diingatkan kembali akan masa itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s