yang ringan-ringan saja

#kadangtuhan mengingatkan semua sudah di(a)atur dengan cara begini:

beberapa waktu lalu butuh tanda tangan pak rw. seperti biasa, pak rw cenderung agar semua surat dikumpulkan di pos keamanan; lalu secara kolektif diserahkan ke dia. jadi saya taruhlah surat itu di pos keamanan. saya tanya kapan bisa saya ambil kembali. pak satpam bilang dia akan antar ke rumah.

(baru) satu hari berlalu. surat belum (juga) saya terima. pagi itu saya pergi sebentar. setiba di rumah, terlintas untuk cek ke pos keamanan ah.

jadi berjalanlah (lagi) saya ke pos keamanan siang hari bolong. di sana, saya tanya-tanya, tampaknya tidak ada yang tahu. satu satpam akhirnya mengatakan belum bu. nanti kalau sudah selesai, kita antar. baiklah. saya pun berjalan pulang. masih siang. masih terik.

sesampai di rumah, tampak surat tergeletak nyaman di meja. saat itu seakan saya mendengar: “khaaan.”
.
kalau teman saya bilang, “seperti loe gak boleh nge-push.” saya mengangguk sepakat.
.
seolah-olah tuhan mengingatkan saya bahwa semua sudah di(a)aturkan untuk saya. pasti ada porsi (usaha) untuk saya, tetapi tertentu saja. sisanya sepenuhnya dia yang atur.
.
mana yang porsi saya, saya mulai paham alhamdulillah. semacam ada kisi-kisi. ketika saya melakukan sesuatu dengan ringan dan mudah, maka itu porsi saya. menyusun teks surat; mencetaknya; meminta tanda tangan pak rt; mengantar surat ke pos keamanan; semua itu porsi saya.

namun, ketika ketidaksabaran mulai mencuat, otot leher menegang karena gemas, dada sesak, rahang mengeras, dan mulut nyinyir, itu sapaan agar saya kembali berjeda. semua sedang dibereskan kok. alihkan saja perhatian pada hal lain di depan mata, sembari berproses.

saya diingatkan ayat di al isra’ bahwa “tuhan memperjalankan hambanya”. bahwa hamba diperjalankan, bukan berjalan.

diingatkan pula dua ayat al inshirah yang salah satu pemaknaannya adalah apabila selesai satu hal, lakukan hal lain, dan hanya kepada tuhanmu kamu berharap.

sederhana sekali sejatinya hidup. satu-satu dikerjakan. selangkah demi selangkah. yang jelas-jelas aja. dan yang terasa ringan.

bagi saya, inilah tuntunan kalbu tentang adab melakoni hayat: pilih dan jalani yang terasa sederhana, ringan, dan terang saja. dan hanya kepada tuhanmu kamu berharap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s