sebuah kebersahajaan bernama bali usada

setiap kali memperkenalkan diri, hampir selalu saya menyebutkan bali usada. bagi saya, bali usada adalah salah satu sekolah kehidupan yang paling membantu membentuk diri saya.

hari ini, ia berulang tahun ke-27. kata yang muncul di saya untuknya saat ini adalah kebersahajaan.

kebersahajaan memang mewarnai segala yang bali usada tampilkan dan lakukan. saya rasa semua orang yang pernah bersinggungan dengan bali usada tentu sepakat.

kebersahajaan dalam pengajaran. tujuannya simpel: mengajarkan pikiran harmonis untuk kesehatan. materi yang disampaikan mudah dicerna oleh segala kalangan, dalam, dan bermanfaat. teknik (meditasi) pun tidak neko-neko, walau dampaknya dahsyat. bahkan gerakan olah raga yang diajarkan bisa dilakukan oleh siapa saja sesuai kemampuan.

kebersahajaan dalam penampilan. mulai dari pak Merta Ada Tejena sebagai guru utama, hingga para instruktur, pekerja di kantor, petugas kebersihan, pekerja di dapur, semua berpenampilan biasa. demikian dengan tampilan kantor, tempat retreat, maupun semua tempat kegiatan. secukupnya, apa adanya, santun, dan patut.

kebersahajaan dalam bersikap. secukupnya, apa adanya, santun, dan patut juga tampak pada sikap semua yang terlibat. setiap individu leluasa menjadi dirinya. pernah suatu kali saya sedang menjaga retreat tapa brata, seorang peserta baru bertanya dia perlu bersikap seperti apa apabila pak merta memasuki ruangan. sejenak saya terdiam mencoba mencerna pertanyaan itu. lalu saya paham kenapa dia bertanya itu, dan saya bilang “oh, biasa saja.”

kebersahajaaan dalam keberlimpahan. kebersahajaan adalah sikap batin. apa yang ditawarkan bali usada dapat terasa sebagai keberlimpahan atau bahkan kemewahan. lokasi retreat yang hijau dan tenang, makanan yang tersaji apik, teknik meditasi yang bermanfaat bagi kesehatan, bisa jadi adalah kemewahan, walau dihadirkan dengan niat tulus bersahaja.

bahkan ketika bali usada mengadakan acara di resor atau hotel, kebersahajaan itu tetap tercermin. kasur mungkin lebih empuk, ruangan mungkin ber-ac, makanan mungkin tertata lebih berseni, tetapi niat
tetap sama, sikap batin tetap sama, kegiatan tetap sama. tidak lebih, tidak pula kurang.

kebersahajaan dalam keseharian. bagi saya, ini dampak terdahsyat dari bali usada. semua pengajaran dan latihan yang kami lalui selama kegiatan ternyata berpengaruh luar biasa pada keseharian.

semua latihan, suasana, dan contoh yang tampak sederhana rupanya menyemaikan benih kuat dalam diri, yang terbawa ke mana pun dan dalam kondisi apapun. tumbuh subur dan berakar kuat bila terus kita sirami dengan latihan sehari-hari dan perbuatan baik.

bali usada mengajarkan pikiran harmonis, yang sejatinya dimiliki semua insan. pikiran harmonis terdiri dari empat komponen: konsentrasi, kesadaran, cinta kasih, dan kebijaksanaan (menyadari semua itu berubah).

untuk hadir utuh pada setiap saat; untuk sadar apa yang terjadi tanpa banyak analisa, asumsi, dan bumbu cerita; untuk lembut dalam menghadapi segala sesuatu; untuk terbiasa mengamati perubahan sehingga tidak mencengkeram, melekat, atau sebaliknya tergesa-gesa; tenang seimbang. aman selamat. sehat sejahtera. sadar bijaksana. sungguh bekal kehidupan luar biasa yang penuh kebersahajaan.

dirgahayu bali usada. semoga terus dapat berbuat baik dalam kebersahajaan. terima kasih tak terhingga kepada pak Merta dan para sahabat yang tak pernah lelah berbagi dan menebar keharmonisan.

semoga semua hidup berbahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s