Category Archives: family

We love you!

What do you do when you — the adults — want to have a group photo and a child suddenly walks into the frame (because he wants to be with his Mom)?

You include him in the picture; welcome him with the warmest greeting and laughter; make him feel accepted and loved.

I am so grateful this response comes spontaneously in our family. Thank You.

Advertisements

To my sister on her birthday

[English below]

Hari ini, kakak saya berulang tahun.

Ketika bulan lalu kamantara mengadakan acara, kami diminta merespon skenario ini: Bayangkan bila semua sudah melanjutkan perjalanan dan kita tinggal sendiri di bumi. Kita diberi kekuatan untuk membawa kembali lima orang. Siapa saja dan kenapa? Orang pertama yang saya tulis adalah kakak saya ini.

Kenapa? Pikir saya, kalau ada Andien, saya pasti tenang. Dia akan tahu mesti melakukan apa. Dia selalu bisa berimbang dalam membebaskan dan merengkuh. Dia akan tahu maunya saya apa; tapi akan memberi ruang bagi kegalauan dan keunikan saya.

Saya juga tahu dari hati terdalam, dia selalu menyayangi saya apa ada saya dan menjaga. Aman dan nyaman rasanya. Berlaku dua arah. Masih banyak lagi yang bisa saya katakan untuk menjawab kenapa.

Sejujurnya, tidak ada kata yang bisa mengungkapkan betapa berharganya dia bagi saya; betapa bersyukurnya saya bahwa dia ada dalam hidup saya.

Hari ini kakak saya berulang tahun. Selamat ulang tahun, Andien. Semoga sehat dan bahagia selalu. Dijaga baik-baik oleh Tuhan yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Semoga saya bisa menjadi adik yang lebih baik lagi.

—–

Today is my sister’s birthday.

When last month kamantara held an event, we were asked to respond to the following scenario: Imagine everyone else have continued their journey away from earth. You are alone on earth. You have been given to bring five people back to earth to help rebuild the earth. Whom would you bring back and why? My sister was the first person that came to mind.

Why? I thought, “If she is around, I would be at peace. She would know what to do. She can always balance between freeing and embracing. She would know what I want/need. She would provide space for all my uncertainties and uniqueness.

I also know deep in my heart that she would always love me as I am and care for me. It feels safe. It feels comfortable. And it works both ways — me to her.”

There are many more words I can say to respond to why. In all honestly, however, there is no word to express how precious she is to me; how grateful I am to have her in my life.

Today is her birthday. Happy birthday, Andien. May health and happiness be ever yours. Well cared for by God, The Compassionate, The Merciful.

May I be an even better sister to you.

Encore, Mbak Yun

IMG_3539-1

Some posts are worth posting in two languages, or more.

I would like to introduce a cousin of mine, Mbak Yun [Mbak means elder sister, a word we use to call someone (in this case a female someone) to show our respect). Mbak Yun comes from a simple family. She lives in Solo, Central Java, Indonesia.

To make ends meet, she and her husband do whatever they can. Going to the traditional wet market before dawn to buy vegetables whosale. Opening a small shop at their house to sell everyday things, including basic foods and gas for cooking.

Continue reading

Mbak Yun

  Saya ingin memperkenalkan sepupu saya Mbak Yun. Dia berasal dari keluarga sederhana, tinggal di Solo, Jawa Tengah. 

Untuk hidup, dia dan suaminya melakukan berbagai kegiatan yang mereka bisa. Ke pasar sejak dini hari untuk kulakan sayuran. Membuka warung di depan rumahnya untuk menjual sembako dan gas. 
Continue reading

Makan bersama Ibu

 

Setiap mendengar tawaran, “Mau makan di mana kita hari ini, Ma?” wajah Ibu saya selalu mendadak sumringah. Makan bersama sahabat dan keluarga merupakan momen-momen yang menghangatkan hati baginya.

Setiap minggu, minimal sekali, saya selalu menyempatkan diri untuk mengajaknya makan ke luar. Atau membawakan buah tangan setiap pulang dari pergi, walau cuma sekedar dari pergi meeting sekalipun. 

Setiap kali saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menikmati masa-masa berharga ini.

Pada saat yang sama, saya tahu bahwa saya belum benar-benar paham betapa berharganya waktu yang masih bisa saya nikmati bersama Ibu saya. 

Dan saya sadar betul bahwa segala waktu dan perhatian yang saya curahkan untuknya ini tidak akan pernah bisa mengimbangi apa yang telah Ibu saya berikan kepada saya dan kakak-kakak saya.

Ketika menjenguk teman sakit

Tiga hari ini menemani saudara yang menunggui anggota keluarganya yang sedang dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah banyak teman dan kerabat yang menjenguk.

Banyak penjenguk yang pada saat itu juga di kamar rawat bertanya tentang penyakit yang diderita, sudah dilakukan tindakan apa saja, dan memberikan masukan tentang tindakan yang sudah atau sebaiknya dilakukan. Tentu maksudnya baik. Continue reading

Menyimak Yaa Siin

Semalam menghadiri 1000 harian saudara. Sambil mendengarkan pembacaan surat Yaa Siin dalam bahasa Arab, saya membaca terjemahannya dalam bahasa Indonesia dari awal hingga akhir.

Saya mendapatkan pembelajaran yang belum pernah saya rasakan dari surat ini. Sepanjang pengajian, saya seperti terhanyutkan oleh cerita yang tengah dituturkan kepada saya, diperjalankan dalam aliran lembut proses penciptaan, kehidupan serta perjalanan pulang.

Continue reading