Category Archives: friend

Pertanyaan ulang tahun: Windy

Pada ulang tahun saya beberapa waktu lalu, saya meminta tiga orang teman mengajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan dibebaskan apa saja yang muncul dalam benak mereka. Tiga teman yang kebetulan semua berkecimpung di @writingtable, yaitu Hanny, Nia, dan Windy (berdasarkan urutan abjad).

Ada pertanyaan yang diajukan dalam Bahasa Inggris, ada yang dalam Bahasa Indonesia. Akan saya tanggapi sesuai bahasa pertanyaan. Semoga nantinya diberi waktu untuk menuliskan terjemahannya.

Pertanyaan Windy saya tanggapi dalam postingan ini. Pertanyaan Nia sudah saya tanggapi terlebih dahulu. Sementara pertanyaan Hanny masih berproses.

Continue reading

Pertanyaan ulang tahun: Nia

Pada ulang tahun saya beberapa waktu lalu, saya meminta tiga orang teman mengajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan dibebaskan apa saja yang muncul dalam benak mereka. Tiga teman yang kebetulan semua berkecimpung di @writingtable, yaitu Hanny, Nia, dan Windy (berdasarkan urutan abjad).

Ada pertanyaan yang diajukan dalam Bahasa Inggris, ada yang dalam Bahasa Indonesia. Akan saya tanggapi sesuai bahasa pertanyaan. Semoga nantinya diberi waktu untuk menuliskan terjemahannya.

Pertanyaan dari Nia akan saya jawab pertama. Sekadar karena tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan ini terasa mengalir terlebih dahulu. Pertanyaan Windy saya jawab pada posting berikutnya. Pertanyaan Hanny masih berproses.

Untuk Nia, tiga (pertanyaan) menjadi lima. Beklah.

Continue reading

I used to think that we were just opening child-friendly libraries …

[Bahasa Indonesia]

PSX_20180218_180619Hard to digest that it has been more than eight years since I started accompanying the Rainbow Reading Gardens (Taman Bacaan Pelangi, TBP) in its journey. Each year, I set aside time to visit our* libraries. For me, personally, those visits are crucial. They serve as a reminder of why I am doing all these.

Continue reading

Dulu saya berpikir kami sekadar membuka perpustakaan ramah anak …

[English]

PSX_20180218_180619Tak terasa, sudah delapan tahun lebih saya mengiringi Taman Bacaan Pelangi bertumbuh. Setiap tahun, saya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi perpustakaan kami*. Bagi saya pribadi, kunjungan-kunjungan tersebut penting. Mereka mengingatkan saya kembali kenapa saya melakukan semua ini.

Continue reading

Dangkalmu dalam

carefree-woman1

Aku sampai menoleh ketika kamu mengucap kata-kata itu
Mungkin tak kausadari
Aku menatapmu beberapa saat
Mencurahkan protesku melalui pandangan mataku
Walau entah kenapa kata-kata tertahan
tak terlontar dari mulutku

Menurutmu kamu dangkal
Yang kamu lakukan hanya menjalani hidup
Hari per hari
Menit per menit
Tidak macam-macam
Bahkan malah kadang “gak jelas” dan “gak penting
Continue reading