Category Archives: personal

Pertanyaan ulang tahun: Windy

Pada ulang tahun saya beberapa waktu lalu, saya meminta tiga orang teman mengajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan dibebaskan apa saja yang muncul dalam benak mereka. Tiga teman yang kebetulan semua berkecimpung di @writingtable, yaitu Hanny, Nia, dan Windy (berdasarkan urutan abjad).

Ada pertanyaan yang diajukan dalam Bahasa Inggris, ada yang dalam Bahasa Indonesia. Akan saya tanggapi sesuai bahasa pertanyaan. Semoga nantinya diberi waktu untuk menuliskan terjemahannya.

Pertanyaan Windy saya tanggapi dalam postingan ini. Pertanyaan Nia sudah saya tanggapi terlebih dahulu. Sementara pertanyaan Hanny masih berproses.

Continue reading

Advertisements

Pertanyaan ulang tahun: Nia

Pada ulang tahun saya beberapa waktu lalu, saya meminta tiga orang teman mengajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan dibebaskan apa saja yang muncul dalam benak mereka. Tiga teman yang kebetulan semua berkecimpung di @writingtable, yaitu Hanny, Nia, dan Windy (berdasarkan urutan abjad).

Ada pertanyaan yang diajukan dalam Bahasa Inggris, ada yang dalam Bahasa Indonesia. Akan saya tanggapi sesuai bahasa pertanyaan. Semoga nantinya diberi waktu untuk menuliskan terjemahannya.

Pertanyaan dari Nia akan saya jawab pertama. Sekadar karena tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan ini terasa mengalir terlebih dahulu. Pertanyaan Windy saya jawab pada posting berikutnya. Pertanyaan Hanny masih berproses.

Untuk Nia, tiga (pertanyaan) menjadi lima. Beklah.

Continue reading

Tuhan mungkin gemas. Dia lantas memberikan jawaban-Nya: Kamu

Entah sudah berapa lama aku ingin menulis ini. Aku merasa tidak tahu bagaimana menulisnya. Bahkan ketika aku menulis kalimat ini pun aku tidak tahu apa yang kumaksud tentang “ini” – apa yang mesti dan akan kutulis. Aku hanya tahu bahwa aku menuliskan ini kepadamu.

Kubiarkan tulisan ini bergulir.
Continue reading

The crumbling wall – be patient

I need ou to love me a little louder todayThe wall of pride. How we have slowly built it brick by brick over the years. Out of fear. To protect our seemingly delicate heart. A process so discreet that sometimes even we ourselves don’t realise. That is, until we encounter our strong mirror(s). Someone we so desperately want to reach out to and hold. But we are unable to – as the walls remain strong between us.

Yet we cannot help but reach out. Continue reading

Be — A proclamation

“It is possible that the next Buddha will not take the form of an individual. The next Buddha may take the form of a community, a community practicing understanding and loving kindness, a community practicing mindful living. And the practice can be carried out as a group, as a city, as a nation.” – Thich Nhat Hanh

I truly believe that this is emerging at this very moment and it shall continue to unfold. 

For this to happen, education is key. Not the formal education as we know it, but an education for human to be fully human – a blessing to the universe, a vicegerent of the All Compassionate. 

I bow to those who have boldly initiated these moves — who have started to form such communities, provide such education, and live an “alternative” way of living — one that is more compassionate and humane. Those who have shown us that not only this is possible, it is also most certainly desirable. I love you.

I dedicate my life for this vision to manifest. This much I know. As a dear friend once quoted, “our job is to be an awake people… utterly conscious, to attend to our world.”

God knows best and He guides the Way. May He make it easy for us.

Post script: I wanted to write more, but there are no words to add yet. I felt it is important for me to put this out there urgently. A stated intention. A proclamation. A dedication. An invitation. A green light to what is unfolding. I am saying yes to the Universe.