Tag Archives: Tuhan

Menyimak Yaa Siin

Semalam menghadiri 1000 harian saudara. Sambil mendengarkan pembacaan surat Yaa Siin dalam bahasa Arab, saya membaca terjemahannya dalam bahasa Indonesia dari awal hingga akhir.

Saya mendapatkan pembelajaran yang belum pernah saya rasakan dari surat ini. Sepanjang pengajian, saya seperti terhanyutkan oleh cerita yang tengah dituturkan kepada saya, diperjalankan dalam aliran lembut proses penciptaan, kehidupan serta perjalanan pulang.

Continue reading

Memandangi Ka’baah

Malam itu, aku duduk sendiri di depan Ka’baah. Tidak ada agenda atau niat, selain untuk berada di situ. Juga tidak membawa keluhan atau permintaan khusus. Atau doa apa pun bersamaku. Terpekur bukanlah kata yang tepat. Karena aku tidak termangu. Aku hadir. Dipenuhi Cinta (kepada)-Mu. Labbaik allahumma labbaik.

Tak ada adab atau prosesi yang ingin kuterapkan. Apakah diperlukan adab tertentu saat berhadapan dengan Kekasih? Mungkin ada, satu: menghadapkan diri sepenuhnya, menghamparkan diri seada-adanya aku. Hadir sepenuh jiwa dengan hati berbunga.
Continue reading